Oase Kyai Ahsin (2) | Pernikahan

Allah menciptakan segala segala sesuatu dalam keadaan berpasang-pasangan. Ada siang ada malam. Ada bumi ada langit. Ada neraka ada surga. Ada muatan listrik positif ada muatan listrik negatif. Ada daratan ada lautan. Ada atas ada bawah. Ada lelaki ada perempuan. Ada Jantan ada betina. Hanya Allah saja yang satu tunggal. Yang Maha Esa. Tak ada sesuatupun yang menyamainya.

Ketika Allah menciptakan Nabi Adam, ada perasaan sepi pada dirinya, maka Allah menciptakan pasangannya yaitu Siti Hawa. Keduanya akhirnya merasa damai, tenang dan saling memadu kasih. Lalu muncul lah anak-anak, lelaki dan perempuan sesuai dengan apa yang di kehendaki oleh Allah. Manusia tak akan mampu menentukan sendiri jenis kelamin yang di inginkannya bagi anak anaknya, bahkan manusia secanggih apapun tak akan mampu menciptakan kehamilan untuk munculnya keturunan tanpa ada campur tangan dari Sang Maha Pencipta.

Allah menciptakan manusia yang terdiri dari jenis lelaki dan perempuan agar bisa berkembang biak, meramaikan bumi ciptaan Allah. Allah sangat senang bila bumi ciptaan Nya ramai dengan penghuni. Memanfaatkan kekayaan alam untuk kesejahteraan manusia. Semua itu ada hikmahnya.

Bayangkan jika yang lahir itu jenis perempuan saja atau jenis lelaki saja, Apa yang bakal terjadi? Tentu kekacauan yang tak ada habis habisnya.Dalam sejarah kehidupan manusia, tidak pernah terjadi kelangkaan stok kaum perempuan atau stok kaum lelaki pada satu negeri. Allah telah mencukupkan kebutuhan biologis manusia melalui tersedianya dua jenis manusia : Lelaki dan Perempuan.

Itulah bentuk keadilan dan kasih sayang Allah kepada makhlukNya.

(ASM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *